
Kamis 28 Agustus 2025 bertempat Gedung Serbaguna Graha Semanggi Balai RW 3 (Belakang SWK Jambangan) Kelurahan Jambangan Surabaya, Jalan Jambangan Kebon Agung Surabaya.
Putu Arya Wibisana, S.H., M.H KasiIntel Kejaksaan Negeri Surabaya. Mengikuti prosesi penyuluhan serentak se Kota Surabaya yang dilakukan melalui daring dan langsung. penyuluhan serentak kali ini diikuti oleh 27.520 peserta. Terdiri dari ketua RT dan RW, kader Surabaya hebat, satgas TBC, pendamping minum obat, hingga mahasiswa dari 13 universitas di Surabaya yang dilibatkan sebagai supervisor.
Pemerintah Kota Surabaya menggerakkan kekuatan masyarakat hingga ke tingkat RW untuk menekan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Pahlawan. Melalui penyuluhan serentak di 1.361 RW, ribuan kader kesehatan dilibatkan agar warga semakin paham cara mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit menular ini.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, TBC bukan sekadar urusan medis, melainkan tantangan sosial yang harus dihadapi dengan gotong royong dan tanpa stigma.
Cak Eri menuturkan, Surabaya menempati posisi tertinggi kasus TBC di Jawa Timur. Angka ini wajar jika melihat jumlah penduduk mencapai tiga juta jiwa. Namun, menurut Eri, kondisi tersebut tidak boleh membuat Surabaya lengah.
Cak Eri menekankan pentingnya peran RT, RW, dan kader kesehatan di lapangan. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan untuk mengawasi kesehatan warganya, sekaligus memastikan penderita TBC menjalani pengobatan dengan benar.
“Kota ini tidak dibangun wali kotanya. Kota ini dibangun oleh cinta warganya. Kalau kita saling peduli, saling mendampingi, Surabaya bisa terbebas dari TBC, kemiskinan, dan masalah sosial lain,” ujarnya.
Penderita TBC tidak hanya diobati, tapi juga kita dampingi hingga benar-benar sembuh. Bahkan ada program pemberian susu untuk memperbaiki gizi pasien dari keluarga tidak mampu.
| Hari ini | 123 |
| Kemarin | 244 |
| Minggu ini | 856 |
| Bulan ini | 729 |
| Total | 34560 |